Skip to content

Psikolinguistik

May 10, 2011

EMPAT TAHAPAN KOGNITIF/ITELEKTUAL (JEAN PIEGET)

Setiap anak mempunyai kemampuan intelektual dalam dirinya, yang mana perkembangan tersebut akan mengalami perkembangan dalam hidupnya.

Piaget mengemukkan, bahwa kemampuan belajar berkembang lebih dewasa dengan melalui empat tahap utama, yaitu tahap sensorimotor, tahap pra-operasi, tahap operasi konkret (concrete operational), dan tahap operasi formal (formal operation), serta dengan jalan pembentukan dan perluasan struktur kognitif yang dinamakan skema (kumpulan kaidah mengenai bagaimana cara.

1. Tahap Sensorimotor

Tahap ini berlangsung secara tidak mulus sejak dari lahirnya bayi sampai bayi berumur dua tahun. Bayi yang baru lahir memiliki sedikit sekali skema terbatas yang ada sejak di dalam kandungan yang memungkinkan bayi dapat menggenggam, mengisap, dan melihat benda. Dan bayi hanya tertarik pada benda yang ada pada saat itu dan segera melupakannya saat benda tersebut tidak ada di depannya. Sifat ini ada sehingga bayi berusia delapan bulan, yaitu bayi menyadari benda tersebut ada meski tak ada di depannya dan berusaha mencarinya. Perkembangan ini dinamakan sebagai ketetapan benda (object permanence). Bayi yang berumur delapan sampai dua belas bulan akan menemukannya.

Pada akhir tahap ini bayi telah mengembangkan hubungan antara pergerakan otot dengan pengaruhnya terhadap lingkungan dan mengembangkan struktur mental sehingga memungkinkan mereka melambangkan dunia serta memikirkan benda-benda yang dilihatnya.

 

2. Tahap Pra-Operasi

Tahap ini berlangsung dari umur dua sampai tujuh tahun. Dengan perkembangan bahasa dan ingatan, anak mampu mengingat banyak hal tentang lingkungannya sehingga mampu menduga sesuatu dengan lebih baik. Pandugaan ini masih dalam bentuk sederhana. Intelek anak dibatasi oleh egosentrisitas (egocentricity): dia tidak menyadari bahwa orang lain mungkin mempunyai pandangan dunia yang berbeda dengannya. Intelek juga dibatasi oleh keadaan hanya diingatnya satu aspek masalah pada suatu waktu tertentu. Ini menyebabkan anak memperlihatkan keterbatasan konservasi(conservation).

Berakhirnya tahap ini ditandai dengan mulai adanya kemampuan anak mengkonservasikan angka dan volume.

3. Operasi Konkret (Concrete Operational)

Tahap ini berlangsung sejak usia tujuh sampai sebelas tahun. Anak masih tergantung pada rupa benda; namun telah mampu mempelajari kaidah lingkungannya secara lebih canggih dan kaidah konservasi sehingga dapat mengunakan logika dalam memecahkan masalah.

4. Tahap Operasi Formal (Formal Operation)

Tahap ini berlangsung sejak usia sebelas sampai menginjak remaja. Anak-anak belajar kaidah yan lebih canggih dan dapat mengembangkan hokum yang  berlaku umum dan pertimbangan ilmiah.

Belajar mengenai kaidah baru tidak berakhir pada masa kanak-kanak, namun terus berlanjut selama hidup.

 

Beberapa Keberatan Terhadap Teori Piaget

Beberapa peneliti telah berpendapat, bahwa Piaget terlalu dangkal menduga kemampuan anak-anak.

Marvin dkk. (1976), berpendapat bahwa sejauh mana anak-anak di dalam tahap pra-operasional dalam egoosentrisitasnya sangat tergantung pada tipe tugas yang dibebankan kepada mereka, jadi tidak selalu tergantung pada karakteristik tahap tersebut.

N. Freeman, S. Lloyd dan C. Sinha (1980) berpendapat bahwa kiranya si anak lebih berminat pada lebih banyaknya aspek tugas dari pada memperhatikan para psikolog penganut Piaget.

J. Mc Garrigle dan M. Donaldson yakin, bahwa anak akan menggunakan logika social (social logic) pada saat gagal mengkonservasikan tugas-tugas yang diberikan Piaget.

Sedangkan Piaget yakin bahwa kegagalan anak dalam pengkonservasian tugas mencerminkan adanya hal yang terpusat pada keseluruhan pengertian anak terhadap dunia.

Brunner tidak setuju terhadap pandangan Piaget bahwa motivator utama pertumbuhan intelektual adalah proses pematangan (biologi), karena Brunner berpendapat bahwa jika motivator ditekankan pada biologi maka lingkungan pun akan menarik kearah yang sama. Jadi kebudayaan dan pendidikan/kemampuan adalah motivator utama dan lingkungan yang bertindak sebagai penguat.

Jadi perkembangan intelektual anak-anak itu tidak hanya tergantung pada proses pematangan (biologi) juga harus didukung oleh kemampuan dan kebudayaan serta lingkungan agar bisa berjalan dengan baik.

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: